Pergerakan Tanah di Bogor Rusak 15 Rumah, 51 Jiwa Mengungsi
kagajwale — Sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan dan 10 rumah lainnya terdampak akibat pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Kejadian ini memaksa 15 kepala keluarga atau setara dengan 51 jiwa untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tenda darurat maupun rumah kerabat.
Dampak bencana terlihat cukup signifikan, di mana beberapa rumah yang sebelumnya berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Sementara itu, rumah-rumah warga yang berada di zona terdampak menunjukkan retakan pada struktur dinding dan lantainya.
Pergerakan Masih Berlangsung
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di lokasi tersebut mulai terjadi pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Ia menyatakan bahwa potensi bencana susulan masih sangat mungkin terjadi.
“Hingga saat ini, pergerakan tanah masih terus berlangsung dan diperkirakan akan semakin memperluas dampak kerusakan pada rumah-rumah warga lainnya. Dengan demikian, data kerusakan dan jumlah pengungsi kemungkinan akan terus bertambah,” ujar Adam pada Jumat (30/1/2026).
Data Kerusakan Sementara
Berdasarkan data pemantauan hingga Jumat sore pukul 17.00 WIB, BPBD mencatat rincian kerusakan sebagai berikut: tiga rumah mengalami rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan tujuh rumah lainnya rusak ringan. Selain itu, tercatat 10 unit rumah masih dalam status terancam akibat aktivitas pergerakan tanah yang belum stabil.
Kondisi ini mengharuskan para petugas dan relawan terus waspada serta memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi perluasan area terdampak dan memastikan keselamatan warga.
