Search for:
  • Home/
  • nasional/
  • Nadiem Tegaskan Pemilihan OS Bukan Penunjukan Merek Tertentu
Nadiem Tegaskan Pemilihan OS Bukan Penunjukan Merek Tertentu

Nadiem Tegaskan Pemilihan OS Bukan Penunjukan Merek Tertentu

kagajwale — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa pemilihan Operating System (OS) dalam proses pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan bukanlah bentuk penunjukan terhadap merek atau produk tertentu. Menurut penjelasannya, sistem operasi seperti Windows maupun Chrome OS dapat dijalankan pada berbagai merek dan tipe laptop yang memenuhi spesifikasi.

Klarifikasi atas Kesalahpahaman Publik

Nadiem menyoroti bahwa masih terdapat persepsi keliru di masyarakat yang mengidentikkan pemilihan jenis OS dengan penunjukan produk secara spesifik. Padahal, menurutnya, hal tersebut tidaklah tepat. “Jadi masih saja ada persepsi atau kesalahpahaman bahwa pemilihan operating system itu mengacu kepada produk tertentu. Padahal tidak, sudah terbukti hari ini,” ujar Nadiem saat berbicara dengan wartawan di kompleks Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026).

Membedah Kebijakan OS di Era Sebelumnya

Nadiem juga memberikan konteks historis dengan menyebut kebijakan pada periode kepemimpinan Mendikbud sebelumnya. Dia menekankan bahwa regulasi di era Menteri Muhadjir Effendy justru telah mengunci penggunaan pada satu sistem operasi tertentu, yaitu Windows, tanpa membuka opsi untuk OS alternatif. Kebijakan yang lebih restriktif tersebut, menurut pengamatannya, tidak pernah menuai polemik berarti.

“Menurut saya sangat penting adalah permen-permen sebelum di jaman Pak Muhadjir, semua itu sudah menetapkan operating system tertentu. Jadi sudah dari jaman Pak Muhadjir ditetapkan, dikunci di Windows, enggak boleh operating system lain,” jelas Nadiem.

Transisi dari Windows ke Chrome OS

Nadiem mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya di tahun 2020, pengadaan perangkat teknologi di lingkungan kementeriannya masih mengacu pada Windows. Perubahan terjadi pada tahun 2021 ketika rekomendasi dari tim ahli dan pertimbangan teknis bergeser, mengarah pada preferensi terhadap Chrome OS. Yang mengejutkannya, peralihan rekomendasi teknis inilah yang justru memicu polemik dan permasalahan.

“Lalu di tahun saya pun 2020, saya pun yang menyebut Windows 2020. Pada saat berubah tim teknis rekomendasinya di 2021 lalu menjadi Chrome tiba-tiba dipermasalahkan,” tuturnya.

Fakta yang Terungkap di Persidangan

Nadiem mengaku merasa heran dengan perbedaan reaksi tersebut. Menurutnya, rangkaian fakta dan kronologi kebijakan ini justru menjadi semakin jelas dan terungkap melalui proses persidangan yang sedang berlangsung, khususnya dari keterangan para saksi. “Ini yang menjadi hal yang sangat aneh bagi saya. Padahal itu adalah fakta. Dan Alhamdulillah juga banyak dari saksi hari ini,” tandas Mantan Mendikbud Ristek tersebut.