Ragunan Prioritaskan Penambahan Petunjuk Arah untuk Pengunjung
ANGKARAJA — Pengelola Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan menyatakan prioritas utama mereka ke depan adalah penambahan dan perbaikan petunjuk arah menuju kandang satwa. Langkah ini diambil untuk memudahkan mobilitas para pengunjung selama berkeliling di area kebun binatang yang luas.
Fokus Pada Kenyamanan dan Edukasi Pengunjung
Menurut Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, peningkatan pelayanan terus dilakukan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Perbaikan sistem penunjuk arah ini tidak hanya bertujuan mempermudah pencarian, tetapi juga untuk meningkatkan nilai edukasi selama kunjungan.
“Ke depannya akan kita perbaiki lagi,” tegas Wahyudi, menegaskan komitmen pengelola terhadap peningkatan fasilitas.
Permintaan Langsung dari Pengunjung
Inisiatif ini muncul menanggapi keluhan sejumlah pengunjung. Saipuloh (36), salah satu pengunjung, mengaku pegal karena harus berjalan jauh antar spot satwa yang ingin dilihat. Meski demikian, ia dan keluarga tetap memilih Ragunan sebagai destinasi wisata keluarga berkat suasana yang sejuk dan harga tiket masuk yang terjangkau.
Kiki (34), pengunjung lain, juga menyatakan Ragunan adalah pilihannya untuk memperkenalkan aneka satwa kepada anak. “Buat ngenalin anak tentang binatang. Kalau Safari kan juga lumayan jauh, jadi yang deket dulu,” ujarnya.
Kunjungan Terus Meningkat
Taman Margasatwa Ragunan tetap menjadi favorit masyarakat, terbukti dari tingginya angka kunjungan pada momen liburan. Pada perayaan Tahun Baru 2026 saja, tercatat 113.398 wisatawan datang menikmati liburan bersama keluarga.
Lonjakan pengunjung ini diikuti peningkatan volume kendaraan. Pada hari pertama tahun 2026, pengelola mencatat masuknya 1.936 mobil, 4.085 sepeda motor, 32 bus, dan 72 sepeda.
Antisipasi Kepadatan dengan Perluasan Parkir
Kepadatan kendaraan sempat terjadi di sejumlah titik akibat membludaknya pengunjung. Untuk mengantisipasi hal ini, pengelola telah menyiapkan lebih dari sepuluh titik parkir di dalam kawasan.
“Kapasitas muatnya mencapai 4.000 atau maksimal 5.000 kendaraan roda empat. Dan untuk kendaraan roda dua bisa mencapai 12 ribu unit motor,” jelas Wahyudi Bambang. Dengan langkah-langkah ini, pengelola berharap dapat terus memberikan pengalaman berwisata yang nyaman dan edukatif bagi seluruh pengunjung.
