Prabowo Lanjutkan Diplomasi Eropa Usai Pertemuan 5 Jam dengan Putin
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda diplomasi strategisnya di Eropa. Langkah ini diambil usai pertemuan bilateral yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026.
Dengan rombongan terbatas, Presiden Prabowo kemudian bertolak menuju Prancis. Penerbangan dengan durasi sekitar 3,5 jam tersebut membawanya tiba di Paris pada pukul 23.50 waktu setempat, atau tengah malam waktu Indonesia.
Kedalaman Pembahasan dengan Rusia
Teddy Indra Wijaya menyoroti durasi pertemuan yang cukup panjang antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin. Menurutnya, hal ini mencerminkan kedalaman materi pembahasan serta keseriusan kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis.
Pembicaraan difokuskan pada sektor-sektor kunci seperti energi, pengelolaan sumber daya mineral, serta pengembangan industri nasional. Pertemuan ini menjadi landasan untuk memperdalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia di masa mendatang.
Agenda Strategis di Prancis
Setibanya di Paris, agenda Presiden Prabowo tidak berhenti. Beliau langsung mempersiapkan pertemuan bilateral tingkat tinggi berikutnya. Rencananya, pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akan segera dilaksanakan di Istana Élysée.
Pertemuan ini ditujukan untuk membahas peningkatan dan penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis. Diplomasi langsung ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi kedua negara.
Penyampaian Posisi Indonesia di Forum Global
Sekretaris Kabinet menegaskan bahwa kunjungan kerja ini tidak hanya berfokus pada kerja sama bilateral semata. Pertemuan dengan pemimpin Prancis juga menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan posisinya mengenai dinamika global.
Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong terciptanya perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Serangkaian pertemuan dengan dua pemimpin besar dunia dalam waktu berdekatan ini menegaskan intensitas dan strategi diplomasi Indonesia di panggung internasional.
