Bahlil: Lailatul Qadar Golkar Saat Kursi Bertambah
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan kelakar bahwa momen Lailatul Qadar bagi partainya adalah ketika jumlah kursi bertambah. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama yang digelar DPP Partai Golkar.
Awalnya, Bahlil menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar turun kepada orang-orang yang diberkahi. “Namun, bagi Partai Golkar, Lailatul Qadar itu adalah ketika kursi kita bertambah,” ujarnya dengan nada berseloroh.
Kekuasaan Sebagai Amanah dan Pengabdian
Lebih serius, Bahlil menekankan bahwa nilai-nilai Al-Quran harus menjadi pedoman dalam menjalankan kekuasaan, termasuk bagi seluruh kader Golkar yang duduk di eksekutif maupun legislatif. Menurutnya, kekuasaan bukan sekadar sesuatu yang direbut, melainkan sebuah amanah yang harus menjadi rahmat bagi semua.
“Setiap kekuasaan itu seharusnya menjadi instrumen pengabdian. Kita akan mempertanggungjawabkannya nanti di Yaumul Mahsyar. Akan ditanyakan seberapa besar manfaat yang kita berikan ketika diberi amanah memimpin bangsa ini,” sambung Bahlil, menekankan aspek tanggung jawab moral dari sebuah jabatan.
Target Peningkatan Suara dan Kursi di Pemilu 2029
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, telah mulai berbicara mengenai target partai untuk Pemilu 2029. Dalam peringatan HUT Fraksi Partai Golkar ke-58, ia menyatakan target untuk meningkatkan perolehan suara secara signifikan.
“Bukan hanya sekadar menang, tetapi suaranya harus meningkat. Jika sekarang dapat 100 ribu suara, maka di 2029 minimal meningkat 20 persen menjadi 120 ribu,” kata Sarmuji. Ia juga berharap agar Partai Golkar memiliki perwakilan di setiap daerah, sehingga dapat menjadi lokomotif partai dan menambah kursi di setiap daerah pemilihan (dapil).
Komitmen Dukungan dan Larangan Serang Sesama Koalisi
Di sisi lain, Sarmuji mengingatkan seluruh kader Partai Golkar untuk tidak menyerang kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini disebutnya sebagai konsekuensi logis berada dalam koalisi pemerintah.
“Jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden. Fraksi Golkar harus mendukung program pemerintah, termasuk agenda Asta Cita,” tegasnya. Ia bahkan mendorong agar koalisi yang ada saat ini dapat menjadi koalisi permanen.
Sarmuji juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi internal dan menghindari konflik di antara sesama anggota koalisi, termasuk para menteri yang berasal dari internal partai. “Jika ada hal yang perlu dibicarakan, berikan masukan secara internal sebelum rapat. Jangan sampai terjadi ‘jeruk makan jeruk’,” pesannya menutup pernyataan.
