Tumpukan Sampah 6.970 Ton di Pasar Kramat Jati Ditangani
Timbunan sampah dalam volume masif kembali menyita perhatian di Ibu Kota. Kali ini, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi lokasi penumpukan sampah yang diperkirakan mencapai 6.970 ton atau setara dengan muatan 410 truk tronton. Kejadian yang viral di media sosial ini telah berlangsung sejak awal Maret 2026.
Respons Cepat dan Koordinasi Intensif
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Perumda Pasar Jaya menyatakan telah mengambil langkah-langkah penanganan secepatnya. Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan bahwa penumpukan terjadi akibat adanya kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan.
“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik dalam keterangan resminya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pedagang, pengunjung, dan warga sekitar akibat kondisi ini.
Mobilisasi Armada dan Langkah Penertiban
Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya telah mengerahkan tambahan armada pengangkut. Dalam dua hari terakhir, proses pembersihan dipercepat dengan melibatkan 33 unit truk tronton.
Tidak hanya bersifat reaktif, manajemen pasar juga melakukan penertiban dan penyaringan (screening) di alur pembuangan sampah. Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan alur sampah dan mencegah terulangnya penumpukan serupa di masa mendatang.
Solusi Jangka Pendek dan Panjang
Untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, Perumda Pasar Jaya menyiapkan strategi berlapis. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit. Armada baru ini ditargetkan dapat beroperasi pada akhir April 2026.
Optimalisasi kerja sama dengan pihak ketiga juga digenjot untuk mempercepat distribusi dan pengangkutan sampah dari lokasi pasar.
Menuju Pengolahan Sampah Berkelanjutan
Sebagai solusi jangka panjang, Perumda Pasar Jaya mulai mengarah pada penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Saat ini, uji coba teknologi thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) sedang dipersiapkan.
Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya, mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA).
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan untuk pasar induk terbesar di Jakarta ini,” pungkas Topik Hidayatulloh.
