Search for:
  • Home/
  • nasional/
  • Prabowo Minta TNI-Polri Tabah Hadapi Kritik dan Tuduhan
Prabowo Minta TNI-Polri Tabah Hadapi Kritik dan Tuduhan

Prabowo Minta TNI-Polri Tabah Hadapi Kritik dan Tuduhan

kagajwale — Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan khusus kepada prajurit TNI dan anggota Polri untuk senantiasa tabah dalam menjalankan tugas negara. Menurutnya, profesi di kedua institusi tersebut memiliki risiko untuk menjadi sasaran kritik bahkan cercaan dari masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam acara peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menarik paralel antara kondisi Polri yang kini banyak disorot dengan pengalaman serupa yang pernah dialami TNI di masa lampau.

Belajar dari Pengalaman TNI di Masa Lalu

Prabowo mengingatkan bahwa TNI pernah melalui masa-masa sulit sebagai sasaran kritik. “TNI juga dulu jadi sasaran, ya kan? Jenderal-Jenderal kita yang paling hebat, paling jago, ya kan? Dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM,” ujarnya.

Kondisi serupa, lanjutnya, kini dialami oleh institusi Polri. Kepala Negara meminta seluruh anggota Polisi untuk tetap tabah ketika menghadapi berbagai tuduhan dan menjadi bulan-bulanan kritik. “Ya polisi ya tabahlah kau juga jadi sasaran bulan-bulanan. Itu risiko, benar enggak? Yang penting niat baik,” pesan Prabowo.

Membedakan Kesalahan Individu dan Institusi

Presiden mengakui bahwa kritik dan serangan kerap muncul karena adanya oknum anggota institusi yang melakukan pelanggaran. Namun, ia mengingatkan pentingnya untuk membedakan antara kesalahan individu dengan institusi secara keseluruhan.

Prabowo menganalogikannya dengan sebuah sekolah. Jika ada murid yang nakal, berkelahi, atau bersikap kurang ajar, yang harus ditindak adalah murid tersebut. Bukan dengan mencopot kepala sekolah atau menutup sekolahnya. “Kalau ada yang nggak benar, ya tindak. Muridnya, bukan kepala sekolahnya yang dicopot. Keliru itu, terbalik,” tegasnya.

Tahan Banting di Era Media Sosial

Di akhir pesannya, Prabowo kembali menekankan pentingnya ketahanan mental, terutama dalam menghadapi gempuran kritik di dunia digital. “Tahan banting, tahan maki-maki, tahan serangan, ya kan? Apalagi serangannya di sosmed, ya kan? Sosmed itu banyak busur, ya kan? Jadi kita harus tegar, yang jelas kita buktikan kepada rakyat.”

Pernyataan ini menegaskan seruan untuk menjaga soliditas dan profesionalisme sambil terus membuktikan dedikasi melalui karya nyata bagi bangsa dan negara.