Produksi Kulit Ketupat Lebaran Meningkat di Pasar Tradisional
Suasana pasar tradisional semakin ramai seiring dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Di Pasar Pondok Labu, Jakarta, aktivitas para pedagang musiman kulit ketupat terlihat sangat sibuk. Mereka berjibaku menyelesaikan produksi anyaman kulit ketupat yang menjadi kebutuhan pelengkap hidangan khas lebaran.
Memenuhi Permintaan yang Meningkat
Untuk memenuhi permintaan masyarakat yang melonjak, para perajin ini mampu memproduksi ribuan hingga ratusan ribu kulit ketupat per harinya. Peningkatan kapasitas produksi ini merupakan respons alami terhadap kebutuhan bahan baku utama untuk membuat ketupat, sajian wajib di setiap meja makan saat hari raya.
Harga dan Kualitas Anyaman
Kulit ketupat yang diproduksi dipasarkan dengan harga yang bervariasi, umumnya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per buah. Perbedaan harga ini sangat bergantung pada ukuran dan kualitas anyaman. Anyaman yang rapat dan kuat biasanya dihargai lebih tinggi, karena memastikan ketupat dapat dimasak dengan sempurna tanpa pecah.
Keberadaan para perajin kulit ketupat ini menjadi bukti nyata tetap hidupnya rantai ekonomi tradisional di tengah arus modernisasi. Mereka tidak hanya menyediakan kebutuhan praktis masyarakat, tetapi juga turut melestarikan sebuah proses budaya yang erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia.
