Search for:
  • Home/
  • lingkungan/
  • 130 Titik LRB di Jakarta Barat, Solusi Kurangi Sampah Organik
130 Titik LRB di Jakarta Barat, Solusi Kurangi Sampah Organik

130 Titik LRB di Jakarta Barat, Solusi Kurangi Sampah Organik

kagajwale — Penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) di Jakarta Barat kini memiliki wilayah percontohan yang terfokus. Program ini terkonsentrasi di RW 04, Kelurahan Kedoya Utara, dengan melibatkan delapan Rukun Tetangga (RT) sebagai area uji coba. Kedelapan RT tersebut adalah RT 002, 004, 005, 006, 007, 008, 009, dan 010.

Setiap RT memperoleh sejumlah titik LRB yang penempatannya ditentukan berdasarkan lokasi-lokasi strategis. Titik-titik tersebut tersebar di berbagai area, mulai dari pekarangan rumah warga, taman lingkungan, hingga sepanjang jalur jalan. Secara keseluruhan, program ini telah berhasil membangun 130 unit LRB, sebuah angka yang menunjukkan skala implementasi yang cukup signifikan dan menjangkau seluruh lapisan lingkungan masyarakat.

Pemilihan Lokasi yang Tepat Sasaran

Menurut Lurah Kedoya Utara, Febri Ariansyah, pemilihan RW 04 sebagai lokasi percontohan dilakukan melalui pertimbangan yang matang. Lingkungan ini sengaja dipilih karena memiliki dua karakteristik utama: kepadatan penduduk yang tinggi dan volume sampah organik yang besar.

Dengan kondisi tersebut, intervensi melalui teknologi LRB diharapkan dapat memberikan dampak ganda yang nyata. Dampak pertama adalah pengurangan signifikan terhadap timbunan sampah organik yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dampak kedua adalah peningkatan kapasitas resapan air tanah, yang sangat krusial untuk mitigasi banjir dan menjaga ketersediaan air tanah.

“Terdapat delapan RT yang menjadi percontohan untuk program pengurangan sampah organik melalui LRB ini. Total seluruh titik yang terbangun mencapai 130 LRB,” jelas Febri, yang akrab disapa Iin.

Model Replikasi untuk Solusi Berkelanjutan

Program percontohan ini tidak hanya dirancang untuk menyelesaikan permasalahan di satu wilayah saja. Inisiatif ini dibangun sebagai sebuah model atau prototype yang dapat ditiru dan direplikasi di wilayah-wilayah lain di Jakarta Barat, bahkan di seluruh DKI Jakarta.

Dengan pendekatan ini, LRB diharapkan dapat menjadi solusi sistematis dan terukur dalam menangani dua isu lingkungan sekaligus: pengelolaan sampah organik yang lebih baik di tingkat sumber dan upaya konservasi air tanah melalui peningkatan resapan. Program ini menjadi langkah nyata menuju pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.