<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yaqut Cholil Qoumas Archives -</title>
	<atom:link href="https://www.kagajwale.com/tag/yaqut-cholil-qoumas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.kagajwale.com/tag/yaqut-cholil-qoumas/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 22:47:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.kagajwale.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-Cool-Text-kagajwale-449550289061445-1-32x32.png</url>
	<title>Yaqut Cholil Qoumas Archives -</title>
	<link>https://www.kagajwale.com/tag/yaqut-cholil-qoumas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Status Tahanan Rumah Dicabut</title>
		<link>https://www.kagajwale.com/gus-yaqut-kembali-ke-rutan-kpk-status-tahanan-rumah-dicabut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 22:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[kuota haji 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Agama]]></category>
		<category><![CDATA[penyidikan]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Yaqut Cholil Qoumas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kagajwale.com/gus-yaqut-kembali-ke-rutan-kpk-status-tahanan-rumah-dicabut/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas dikembalikan ke Rutan KPK untuk mempercepat penyidikan kasus korupsi kuota haji....</p>
<p>The post <a href="https://www.kagajwale.com/gus-yaqut-kembali-ke-rutan-kpk-status-tahanan-rumah-dicabut/">Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Status Tahanan Rumah Dicabut</a> appeared first on <a href="https://www.kagajwale.com"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yaqut Cholil Qoumas, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tahun anggaran 2023-2024, kembali menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK) pada Selasa, 24 Maret 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya status tahanan rumah yang sebelumnya diberikan kepadanya sejak 19 Maret 2026.</p>
<h2>Alasan Pencabutan Status Tahanan Rumah</h2>
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status tahanan rumah Gus Yaqut, panggilan akrabnya, setelah lima hari berlalu. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan dua alasan utama di balik keputusan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pertama, karena besok sudah terjadwal ada permintaan keterangan kepada yang bersangkutan,&#8221; ujar Asep di Jakarta. Selain itu, penyidik juga akan melakukan perkembangan signifikan dalam penanganan perkara. &#8220;Kedua, besok rencananya kami ada progres terkait dengan penanganan kasus kuota haji ini,&#8221; sambungnya.</p>
<h2>Kondisi Kesehatan dan Proses Percepatan Perkara</h2>
<p>Sebelum dikembalikan ke Rutan KPK, Yaqut Cholil Qoumas menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara. Hasil asesmen kesehatan menunjukkan bahwa ia mengidap GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) akut dan telah menjalani prosedur endoskopi serta kolonoskopi. Ia juga dikabarkan memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma.</p>
<p>Meski demikian, KPK menegaskan bahwa pengembalian status tahanan ini adalah bagian dari upaya memperlancar dan mempercepat proses penyidikan. &#8220;Kami bertindak sesuai keperluan penanganan perkara. Ini kami lakukan untuk memastikan perkara berjalan lancar dan cepat,&#8221; jelas Asep Guntur.</p>
<p>Langkah ini menunjukkan komitmen KPK untuk menuntaskan penyelidikan kasus korupsi kuota haji yang telah menyita perhatian publik.</p>
<p>The post <a href="https://www.kagajwale.com/gus-yaqut-kembali-ke-rutan-kpk-status-tahanan-rumah-dicabut/">Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Status Tahanan Rumah Dicabut</a> appeared first on <a href="https://www.kagajwale.com"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidang Praperadilan Yaqut: Kuasa Hukum Bantah Kewenangan KPK</title>
		<link>https://www.kagajwale.com/sidang-praperadilan-yaqut-kuasa-hukum-bantah-kewenangan-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 08:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[kuota haji]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan]]></category>
		<category><![CDATA[praperadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Yaqut Cholil Qoumas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.kagajwale.com/sidang-praperadilan-yaqut-kuasa-hukum-bantah-kewenangan-kpk/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuasa hukum Yaqut Cholil Qoumas ajukan tiga pilar utama dalam sidang praperadilan, termasuk soal kewenangan KPK dalam kasus kuota haji....</p>
<p>The post <a href="https://www.kagajwale.com/sidang-praperadilan-yaqut-kuasa-hukum-bantah-kewenangan-kpk/">Sidang Praperadilan Yaqut: Kuasa Hukum Bantah Kewenangan KPK</a> appeared first on <a href="https://www.kagajwale.com"></a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.kagajwale.com/" target="_blank" rel="noopener">kagajwale</a> — Sejumlah tokoh senior Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghadiri sidang praperadilan yang diajukan oleh Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026). Sidang ini digelar untuk membacakan permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka Yaqut dalam perkara dugaan penyalahgunaan kuota haji tambahan tahun 2024.</p>
<p>Di dalam ruang sidang, hadir sejumlah figur seperti KH Amin Said Husni, Kyai Nurul Yakin, Gus Irham Sarbumusi, Cak Hasanudin Ali, Ajengan Ade Said Cipulus, Sekjen GP Ansor Gus Rifqi, serta perwakilan dari berbagai struktur Ansor. Kehadiran mereka, ditegaskan KH Amin Said Husni, murni bersifat pribadi dan tidak mewakili institusi organisasi.</p>
<h2>Pokok-Pokok Permohonan Kuasa Hukum</h2>
<p>Kuasa hukum Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini, membacakan tiga pilar utama yang menjadi dasar permohonan praperadilan. Pertama, ketidakterpenuhinya syarat minimal dua alat bukti yang sah untuk penetapan tersangka. Kedua, adanya pelanggaran terhadap prosedur penetapan tersangka sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Ketiga, kuasa hukum mempersoalkan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyidikan dan menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam perkara ini.</p>
<h3>Pemanggilan dan Dasar Hukum Dipertanyakan</h3>
<p>Dalam paparannya, Mellisa mengungkapkan bahwa hingga permohonan diajukan, Yaqut hanya menerima surat pemberitahuan penetapan tersangka tertanggal 9 Januari 2026. Surat penetapan tersangka resmi sebagaimana diamanatkan Pasal 90 ayat 2 dan 3 KUHAP Baru disebut tidak pernah diterima.</p>
<p>Lebih lanjut, Mellisa mempersoalkan tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan KPK pada 8 Agustus 2025, 21 November 2025, dan 8 Januari 2026. Menurutnya, Yaqut hanya pernah dipanggil berdasarkan Sprindik yang pertama. &#8220;Untuk Sprindik kedua dan ketiga, tidak pernah ada pemanggilan terhadap pemohon,&#8221; tegas Mellisa.</p>
<h3>Unsur Kerugian Negara dan Kewenangan KPK</h3>
<p>Kuasa hukum juga menyoroti bahwa pada saat penetapan tersangka dilakukan, belum ada hasil audit atau laporan perhitungan kerugian negara yang pasti dari lembaga yang berwenang. Padahal, untuk perkara yang didakwakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU Tipikor, unsur kerugian negara harus bersifat nyata dan dapat dihitung.</p>
<p>Di sisi lain, Mellisa berargumen bahwa objek perkara, yaitu kuota haji, tidak termasuk dalam definisi keuangan negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara dan Perbendaharaan Negara. Oleh karena itu, KPK dinilai tidak memiliki kewenangan (legal standing) untuk menyidik perkara ini.</p>
<h2>Permintaan kepada Majelis Hakim</h2>
<p>Dalam petitumnya, kuasa hukum meminta majelis hakim mengabulkan seluruh permohonan praperadilan. Permintaan tersebut mencakup pernyataan tidak sahnya Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 88 Tahun 2026 tentang penetapan tersangka atas nama Yaqut Cholil Qoumas.</p>
<p>Selain itu, Mellisa juga meminta agar ketiga Sprindik yang menjadi dasar penyidikan dinyatakan tidak sah, dan seluruh tindakan lanjutan terkait penetapan tersangka kliennya dibatalkan. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan dengan agenda jawaban dari pihak termohon (KPK), serta replik dan duplik pada hari berikutnya, Rabu (4/3/2026).</p>
<p>The post <a href="https://www.kagajwale.com/sidang-praperadilan-yaqut-kuasa-hukum-bantah-kewenangan-kpk/">Sidang Praperadilan Yaqut: Kuasa Hukum Bantah Kewenangan KPK</a> appeared first on <a href="https://www.kagajwale.com"></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
